Gelombang Kelvin juga diprakirakan aktif di sebagian Sumatra Selatan, Bangka Belitung, sebagian besar Kalimantan, pesisir selatan Jawa, sebagian besar Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Aktivitas gelombang atmosfer tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan secara lokal.

Selain itu, pola pertemuan dan perlambatan angin di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua turut mendukung pemusatan massa udara serta pertumbuhan awan hujan. Suhu muka laut yang relatif hangat di perairan sekitarnya juga membantu menyediakan uap air di atmosfer.

"Kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang secara lokal," tulis BMKG dalam prakiraan tersebut.

Dengan demikian, kondisi kering dalam skala dasarian atau periode sepuluh harian tidak menutup peluang hujan pada skala harian. Hujan signifikan tetap dapat terjadi di wilayah yang didukung dinamika atmosfer regional maupun lokal.