NADIKABAR.COM — Riset terbaru dari Kaspersky menemukan maraknya serangan siber yang menargetkan wisatawan di Jepang. Serangan ini diketahui berdampak pada wisatawan dari luar negeri, termasuk Indonesia.

Menurut data Kaspersky, pengguna internet di Jepang tengah menghadapi berbagai ancaman siber yang dapat berdampak pada wisatawan luar negeri.

Riset ini menemukan sekitar 32.851.462 deteksi ancaman web umum, yaitu ancaman yang menargetkan situs web berbahaya dan risiko daring lainnya. Ancaman ini mungkin ditemui pengguna ketika mencari informasi perjalanan, memesan layanan atau menggunakan jaringan publik.

Selanjutnya, riset turut menemukan sekitar 201.517 deteksi pencuri kata sandi atau password stealer, yakni ancaman yang dirancang untuk mengumpulkan kredensial dari peramban, aplikasi dan akun.

Penemuan ini mengungkap sekitar 209.226 deteksi spyware, perangkat lunak berbahaya yang dapat memantau aktivitas pengguna serta mengakses informasi sensitif.

Kaspersky juga mendeteksi sekitar 294.394 backdoor, ancaman yang memungkinkan penyerang mendapatkan akses tidak sah ke perangkat yang terinfeksi.