NADIKABAR.COM — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mendukung Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan infrastruktur dasar melalui Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pascabencana Paket 2 Sumatera Utara (Sumut).
Proyek ini dilakukan setelah banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 dan merusak sejumlah infrastruktur air minum masyarakat. Melalui proyek ini, akses air minum ditargetkan dapat memulihkan atau meningkatkan bagi 995 sambungan rumah (SR).
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen WIKA mendukung pemulihan infrastruktur pelayanan dasar masyarakat pascabencana.
"Melalui proyek rehabilitasi dan rekonstruksi SPAM ini, WIKA mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan akses air minum bagi masyarakat terdampak. Kami terus mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan kualitas konstruksi, keselamatan, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan," ujar Ngatemin dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Adapun proyek ini dilaksanakan di tiga kabupaten, yaitu Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan. Lingkup pekerjaan WIKA meliputi pembangunan sumur bor, jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang sekitar 41 kilometer, reservoir, serta pemasangan SR. WIKA juga membangun dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas masing-masing 50 liter per detik, atau total 100 liter per detik.
Pekerjaan dimulai sejak Januari 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun. Hingga pertengahan Oktober 2026, sejumlah fasilitas telah memasuki tahap pra-komisioning (pre-commissioning) dan uji alir untuk memastikan sistem siap berfungsi sebelum dioperasikan. Layanan air minum dipulihkan bertahap sesuai kesiapan fasilitas dan hasil pengujian bersama pihak terkait.
WIKA mengerahkan sekitar 127 personel dan tujuh unit alat berat di lokasi pekerjaan. Proyek ini juga melibatkan tenaga kerja lokal serta memanfaatkan material dan sumber daya lokal yang memenuhi persyaratan teknis. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian PU, pemerintah daerah, PDAM, dan pemangku kepentingan lain agar pekerjaan lancar dan infrastruktur siap saat dioperasikan.
Lebih lanjut, fasilitas pengolahan air dan jaringan pipa ini diharapkan menjaga ketersediaan air minum yang lebih andal dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah terdampak. Melalui sinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, WIKA terus berkontribusi memulihkan infrastruktur pascabencana yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sumut.