Wina menambahkan, dukungan dari keluarga inti termasuk penerimaan hangat dari kakak-kakak Sigra menjadi sistem pendukung paling krusial yang membantunya pulih dari keterpurukan mental.
Tepat satu tahun pascadiagnosis, yakni saat Sigra merayakan ulang tahun ke-4, Wina akhirnya memiliki keberanian mental untuk pertama kalinya membagikan cerita kondisi istimewa sang anak kepada publik.
Ia pun berpesan kepada para orang tua, khususnya para ibu yang baru menerima diagnosis serupa, agar tidak menghukum diri sendiri ketika emosi negatif melanda.
"Tidak apa-apa jika merasa bingung, sedih, atau takut. Semua orang tua pasti melewati fase itu karena tidak ada yang langsung siap. Tapi pesan saya, lewati fasenya, cepat bangkit, jangan berlarut-larut, dan jangan pernah merasa malu," pungkas Wina.