NADIKABAR.COM — Wing Pendidikan (Wingdik) 600/Kal berupaya membentuk perwira, tamtama dan bintara memiliki kemampuan di bidang perbekalan dan logistik untuk mendukung operasional TNI AU.

Komandan Wing Pendidikan (Wingdik) 600 / Kal, Kolonel (Kal) Rado Parulian Purba saat ditemui awak media di Tasikmalaya, Jawa Barat, menjelaskan satuannya menjadi pusat pendidikan perbekalan dan logistik TNI AU.

"Jadi ini adalah ibaratnya tempat center of excellence pendidikannya bidang pembekalan TNI Angkatan Udara," kata Rado.

Rado mengatakan Wingdik 600 Kal memiliki fasilitas belajar yang canggih dan selaras dengan kebutuhan para siswa, salah satunya yakni fasilitas simulator yang baru-baru ini berada di Satdik 602, di bawah Wingdik 600/Kal.

Simulator ini membantu para siswa TNI AU untuk mengasah kemampuan di bidang pengoperasian kendaraan pendukung penerbangan bidang logistik.

Rado menyebutkan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa yakni menggunakan traktor untuk mengisi bahan bakar segala jenis pesawat TNI AU.

"Jadi traktor ini berfungsi atau berguna untuk mengambil bahan bakar dari tangki pendam atau tangki duduk, setelah itu akan diberikan atau disalurkan ke pesawat," kata dia.

Selain itu, para prajurit juga melakukan latihan menggunakan forklift lewat alat simulasi itu.

Rado menjelaskan kemampuan mengoperasikan forklift sangat dibutuhkan untuk mengangkat beban, memasukkan atau mengeluarkan barang dari pesawat angkut.

Selain itu, siswa juga dilatih menggunakan kendaraan untuk membawa barang-barang yang diturunkan dari pesawat menuju bandara.

"Lalu kita juga melakukan cargo loader fungsinya untuk menaikkan dan menurunkan barang dari ataupun ke pesawat," jelas dia.

Rado mengatakan para siswa mempelajari ragam hal tersebut selama dua sampai tiga bulan. Setelah selesai pendidikan, mereka disebar ke beberapa Pangkalan TNI AU (Lanud) di seluruh Indonesia.

Melalui pelatihan itu, Rado berharap prajurit jebolan Wingdik 600 Kal dapat memberikan dedikasi terbaik di bidang perbekalan dan logistik di seluruh lanud.