Faizin berkaca pada jumlah pehobi lari yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Dia mengatakan sebelum pandemi peserta tripnya belasan hingga puluhan orang dalam satu kali WMM, tetapi kini bisa 100 sampai 150 orang.
"Sekarang jumlahnya naik terus. Lari itu unik, naik turun tapi awet. Fenomenanya nggak hilang, malah cenderung meningkat," kata pria yang akrab disapa Bang Icin itu.
Menurut dia, peserta kini datang dari berbagai daerah, tidak lagi didominasi pelari Jakarta. Kesempatan mengikuti ajang internasional pun semakin terbuka.
"Dulu menuju World Marathon Majors itu kesannya hanya untuk orang yang sangat mapan secara finansial. Sekarang ada banyak jalur lain, mulai dari sponsor sampai kompetisi konten. Jadi peluangnya lebih terbuka," ujarnya.
Icin meyakini tren ini akan terus tumbuh. Apalagi, daftar Abbott World Marathon Majors kini bertambah menjadi tujuh ajang setelah Sydney Marathon bergabung dengan Tokyo, Boston, London, Berlin, Chicago, dan New York City Marathon.
"Rangkaian WMM ini memang candu. Biasanya mulai dari Berlin, lanjut New York, lalu ingin yang lain lagi. Sekarang tambah Sydney," kata dia.
Menurut Icin, motivasi pelari juga semakin beragam. Jika dulu orang bepergian ke luar negeri untuk melihat landmark ikonik, kini banyak yang menjadikan lomba lari sebagai alasan utama perjalanan.
"Dulu orang ke luar negeri ingin lihat ini, lihat itu. Sekarang mereka juga ingin dapat medali. Alasannya macam-macam, mulai dari aktualisasi diri, mengejar six stars atau seven stars WMM, sampai mencari reward buat diri sendiri," ujar dia.
Belakangan, tren serupa juga mulai muncul di cabang olahraga lain seperti trail run, Hyrox, hingga bersepeda. Perjalanan bukan lagi sekadar soal destinasi, tetapi juga pengalaman menantang diri sendiri.
Meski demikian, Icin mengingatkan bahwa running tourism tetap membutuhkan persiapan yang matang. Bukan hanya soal biaya perjalanan, tetapi juga kesiapan fisik.
"Selain finansial, persiapan fisik juga harus diperhatikan. Kalau mau ikut running tourism seperti ini, latihan tetap wajib. Jangan sampai semangat jalan-jalannya besar, tapi persiapan larinya kurang," kata dia.