Menurut Cila, persoalan tersebut perlu ditangani secara menyeluruh, bukan sekadar menertibkan anak-anak yang berada di jalan. Pemerintah perlu mencari tahu penyebab mereka meminta-minta agar penanganan yang dilakukan bisa tepat sasaran.

"Menurutku, harus dicari tahu kenapa anak-anak itu sampai meminta-minta. Apakah karena kondisi ekonomi keluarga atau ada faktor lain. Jadi penanganannya jangan hanya di jalan, tetapi juga melihat keadaan keluarganya. Intinya pemerintah turun tangan," ungkapnya.

Cila juga menyayangkan apabila wisatawan merasa tidak nyaman saat berkunjung ke Glodok. Terlebih, kawasan tersebut menjadi salah satu tujuan wisata sejarah dan kuliner yang menarik perhatian pengunjung lokal maupun wisatawan asing.

Senada dengan Cila, pengunjung lainnya, Edi (48), mengatakan dirinya juga kerap melihat anak-anak mendatangi wisatawan untuk meminta uang atau menawarkan tisu di kawasan tersebut.

"Sering, nggak cuma di Glodok saja. Di tempat yang ramai pengunjung pasti ada. Biasanya mereka mendekati orang-orang yang sedang jalan-jalan atau wisatawan yang lagi lihat-lihat, terus minta buat makan. Kasihan aslinya," kata Edi.

Namun, Edi menilai tindakan anak-anak yang terus mendesak pengunjung meski sudah ditolak dapat mengganggu kenyamanan. Menurutnya, wisatawan seharusnya bisa menikmati suasana Glodok tanpa merasa terpaksa memberikan uang atau membeli barang.

Edi mengaku biasanya melihat anak-anak tersebut berjalan sendiri. Meski begitu, ia menilai perlu ada pemeriksaan untuk mengetahui apakah mereka meminta-minta atas inisiatif sendiri atau ada orang dewasa yang mengarahkan.