Operasi pencarian intensif pun dilakukan oleh otoritas Singapura dan seluruh aktivitas di lokasi tersebut dihentikan sementara.
Namun, otoritas Singapura kemudian "mendapati bahwa foto yang diberikan terkait laporan penampakan itu adalah palsu, dan masalah ini kemudian dilimpahkan kepada polisi".
"Pria tersebut kemudian menghapus foto dan aplikasi terkait dalam upaya menyembunyikan perbuatannya," sebut Kepolisian Singapura dalam pernyataannya.
Kepada pengadilan Singapura pada Selasa (29/9) waktu setempat, seperti dilaporkan media Straits Times, Ye Lin mengatakan melalui penerjemah bahwa dirinya berniat untuk mengaku bersalah.