"Tapi sebetulnya nggak pernah sih bikin onar di lingkungan RT 2 mah. Nggak pernah ada konflik dengan lingkungan sini, ya, RT 2," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina melaporkan ada 8 WNI yang direkrut angkatan bersenjata Rusia untuk bertempur dalam perang melawan Ukraina. Laporan itu diterbitkan pada 27 Agustus melalui Telegram.
Menurut The New Voice of Ukraine, Senin, badan tersebut menyatakan telah memperoleh dokumen yang mengonfirmasi perekrutan tersebut. Pihak Ukraina menduga rekrutmen warga luar Rusia dilakukan Kremlin untuk menambah kekuatan pasukannya sebagai bagian dari propaganda.
Pada Senin (31/8), juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, melalui keterangan tertulis, memastikan pihaknya terus memverifikasi informasi terkait WNI yang diduga bergabung dengan militer Rusia. Kemlu berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Yvonne menyatakan pemerintah Indonesia juga akan mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, atau perekrutan melalui tawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya terhadap para WNI tersebut.
Daftar Nama 8 WNI Jadi Tentara Rusia
Sebagai informasi, Intelijen Ukraina merilis daftar nama delapan WNI direkrut menjadi tentara Rusia disampaikan dalam situs resminya, Foreign Intelligence Service of Ukraine/FISU. Dalam rilisnya, data identitas delapan WNI ini juga ditampilkan Intelijen Ukraina. Siapa saja mereka?
1. Yuda Putra Pratama (kelahiran 9 Agustus 1997)2. Haryanto Dwi Kencana (kelahiran 14 Juli 1983)3. Erwanda (kelahiran 5 Agustus 1988)4. Ngangun Hudri Fadli (kelahiran 17 September 1978)5. Muhammad Syaripudin (kelahiran 3 Agustus 1994)6. M Hadi Maulana (kelahiran 7 April 1987)7. Wahyu Oktavian Iskandar (kelahiran 22 Oktober 1985)8. Helmi Nuraha Hakim (kelahiran 27 Januari 1983).