NADIKABAR.COM — Salah satu dari delapan warga negara Indonesia (WNI) yang direkrut militer Rusia untuk bertempur dalam perang melawan Ukraina disebut berasal dari Kota Depok, Jawa Barat. WNI tersebut berinisial WOI atau Wahyu Oktavian Iskandar.
Dilansir NadiKabar.com, Kantor Imigrasi Depok buka suara terkait sosok Wahyu yang disebut dalam daftar tersebut. Imigrasi mencatat WOI membuat atau memperpanjang paspor pada 6 April 2026 melalui aplikasi M-Paspor.
Saat menjalani wawancara untuk pembuatan paspor, WOI mengaku akan bepergian ke Malaysia untuk keperluan wisata sekaligus mendukung bisnisnya.
"Hasil wawancara tersebut, WOI menyampaikan (alasan membuat paspor) karena tujuannya untuk wisata ke Malaysia dan usaha mendukung usahanya sebagai penjual sepatu dan tas branded secara online di Depok," kata Kepala Imigrasi Depok Irvan Triansyah, Kamis (3/9/2026).
Irvan mengatakan berdasarkan data keimigrasian, Wahyu tercatat sebagai wiraswasta. Dia juga menegaskan tidak ada keterangan dalam pengajuan paspor yang menunjukkan tujuan bepergian ke Rusia.
"Karena memang tidak ada penerbangan langsung ke Rusia, ya. Kalau dari hasil wawancara, yang bersangkutan tujuannya wisata. Kalau berdasarkan datanya itu sebagai karyawan wiraswasta, wiraswasta," ungkapnya.
Dia mengatakan berdasarkan aturan yang ada, WOI terancam kehilangan status kewarganegaraan WOI karena bergabung dengan militer asing.
"Kalau sesuai Undang-Undang Kewarganegaraan, setiap warga negara Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam militer asing tanpa izin tertulis dari Presiden itu akan kehilangan kewarganegaraan," ungkapnya.
Wahyu tercatat sebagai warga Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Ketua RT setempat, Safarudin, menceritakan sosok Wahyu.
"Wahyu Oktavian itu secara data KTP betul adalah warga sini. Tapi setahu saya memang saya juga jarang ketemu. Jadi dia memang gaulnya di luar. Gaulnya di luar, kalaupun ketemu ya say hello saja, gitu," ujar Safarudin saat ditemui NadiKabar.com di Rangkapan Jaya.
Dia mengaku terakhir kali bertemu Wahyu pada awal 2026. Dia menjelaskan Wahyu tinggal bersama kakaknya. Orang tua Wahyu yang merupakan pensiunan TNI sudah meninggal dunia.
"Itu kan dulu orang tuanya memang di sini. Rumahnya rumah orang tuanya. Kemudian orang tuanya kan meninggal dua-duanya. Jadi sekarang rumah itu ditinggalnya sama kakaknya, kakaknya yang perempuan. Orang tuanya pensiunan TNI AL," jelasnya.
Safarudin mengatakan sehari-hari, Wahyu tidak memiliki pekerjaan. Dia mengaku jarang bertemu Wahyu meski jarak rumahnya lumayan dekat.
"Setahu saya nggak ada (pekerjaan). Jadi boleh dibilang, pengangguran, ya. Cuma masalahnya kan nggak kelihatan tiap hari nih orangnya. Artinya kan di luar saya enggak tahu di luar apa yang dikerjakan, gitu," jelasnya.
Dia mengaku kaget setelah mengetahui salah seorang warganya menjadi tentara Rusia. Dia mengatakan WOI juga jarang bersosialisasi dengan warga lain.
"Pertama saya mendengarnya tuh kemarin malah, ya. Cuma kalau dikatakan syok, ya dibilang syok karena itu warga saya. Dibilang tidak kaget pun ya karena memang tidak terlihat mata setiap harinya, gitu. Artinya memang dia dibilang warga secara data iya, tapi secara aktivitas kan nggak pernah kelihatan di sini, gitu," ucapnya.
Dia mengatakan WOI bukan anak yang lugu, tetapi tidak membuat onar di lingkungan.
"Setahu saya, bandelnya itu bandel bukan kriminal gitu, bukan. Bandelnya tuh anak itu, songong gitu, gimana sih songong? Selotokan kali, ya? Nah, nggak tahu lah istilahnya apa tuh. Jadi bukan bukan seorang pendiam, bukan seorang yang yang istilahnya, lugu bukan," tuturnya.
"Tapi sebetulnya nggak pernah sih bikin onar di lingkungan RT 2 mah. Nggak pernah ada konflik dengan lingkungan sini, ya, RT 2," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina melaporkan ada 8 WNI yang direkrut angkatan bersenjata Rusia untuk bertempur dalam perang melawan Ukraina. Laporan itu diterbitkan pada 27 Agustus melalui Telegram.
Menurut The New Voice of Ukraine, Senin, badan tersebut menyatakan telah memperoleh dokumen yang mengonfirmasi perekrutan tersebut. Pihak Ukraina menduga rekrutmen warga luar Rusia dilakukan Kremlin untuk menambah kekuatan pasukannya sebagai bagian dari propaganda.
Pada Senin (31/8), juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, melalui keterangan tertulis, memastikan pihaknya terus memverifikasi informasi terkait WNI yang diduga bergabung dengan militer Rusia. Kemlu berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Yvonne menyatakan pemerintah Indonesia juga akan mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, atau perekrutan melalui tawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya terhadap para WNI tersebut.
Daftar Nama 8 WNI Jadi Tentara Rusia
Sebagai informasi, Intelijen Ukraina merilis daftar nama delapan WNI direkrut menjadi tentara Rusia disampaikan dalam situs resminya, Foreign Intelligence Service of Ukraine/FISU. Dalam rilisnya, data identitas delapan WNI ini juga ditampilkan Intelijen Ukraina. Siapa saja mereka?
1. Yuda Putra Pratama (kelahiran 9 Agustus 1997)2. Haryanto Dwi Kencana (kelahiran 14 Juli 1983)3. Erwanda (kelahiran 5 Agustus 1988)4. Ngangun Hudri Fadli (kelahiran 17 September 1978)5. Muhammad Syaripudin (kelahiran 3 Agustus 1994)6. M Hadi Maulana (kelahiran 7 April 1987)7. Wahyu Oktavian Iskandar (kelahiran 22 Oktober 1985)8. Helmi Nuraha Hakim (kelahiran 27 Januari 1983).