NADIKABAR.COM β Women's World Banking mendorong pembiayaan inklusif berbasis kebutuhan usaha perempuan melalui pemanfaatan data, layanan responsif gender dan penguatan kapasitas agar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lebih mudah berkembang berkelanjutan.
"Pemahaman terhadap aktivitas usaha serta arus kas dapat membantu lembaga keuangan merancang pembiayaan yang sesuai untuk mendukung pengembangan usaha dan ketahanan finansial perempuan," kata Regional Head for Southeast Asia Womenβs World Banking Angelique Timmer dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Dia menekankan hal tersebut dalam Seminar Internasional, International Fora for Kredit Program Pemerintah yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Nusa Dua, Bali.
Forum itu membahas pengalaman dan pendekatan dalam pengembangan program kredit pemerintah bagi sektor produktif.
Womenβs World Banking menyoroti pentingnya memahami kebutuhan dan karakteristik usaha perempuan sebagai dasar pengembangan program kredit pemerintah yang lebih inklusif, efektif dan berkelanjutan.
Ia menekankan layanan keuangan harus dirancang berdasarkan realitas kehidupan perempuan agar akses pembiayaan semakin terbuka.
Menurut dia, perempuan memiliki ambisi dan potensi besar, namun sistem keuangan belum sepenuhnya memahami pola usaha, arus kas, serta aktivitas bisnis mereka.