Berbeda dengan kelelawar pemakan serangga atau darah, kalong dipilih karena dianggap lebih bersih. Makanannya berupa buah-buahan sehingga rasanya juga dinilai lebih cocok untuk dikonsumsi.
Konsumsi bangamat awalnya dipercaya masyarakat sebagai salah satu cara untuk mengatasi berbagai penyakit. Di antaranya asma, gatal-gatal, hingga penyakit kulit.
Masyarakat Dayak meyakini daging kelelawar memiliki khasiat tertentu untuk kesehatan. Namun, manfaat tersebut hingga kini belum terbukti secara ilmiah.
Karena itu, bangamat lebih tepat dilihat sebagai bagian dari tradisi kuliner masyarakat Dayak. Hidangan ini juga biasanya hanya disajikan pada acara adat atau momen tertentu.
Sebelum dimasak, kelelawar harus dibersihkan terlebih dahulu. Bagian kuku, bulu, punggung, dan isi perut dibuang sebelum daging serta sayapnya diolah.