Daging kelelawar kemudian direbus sekitar satu jam hingga empuk. Setelah itu, singkong dimasukkan dan dimasak hingga teksturnya lunak.
Batang pisang muda lalu ditambahkan bersama bumbu seperti bawang putih, garam, dan merica. Terakhir, daun katuk dimasukkan sebelum panci ditutup dan api dimatikan.
Bangamat kini masih dikonsumsi masyarakat Dayak dalam acara adat atau momen khusus. Hidangan ini bukan lauk yang disantap sehari-hari dan cukup sulit ditemukan di warung makan.
Bangamat juga umumnya tidak diperjualbelikan karena dibuat untuk kebutuhan acara tertentu. Hal ini membuat hidangan tradisional tersebut semakin jarang ditemui di Kalimantan.
Meski menjadi bagian dari warisan kuliner, konsumsi kelelawar tetap perlu dilakukan secara bijak. Ada risiko zoonosis atau penularan penyakit dari hewan ke manusia yang perlu menjadi perhatian.