NADIKABAR.COM — Sekitar dua hari menjelang rencana kedatangan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat (AS), belum banyak informasi mengenai siapa saja pengusaha China yang akan mendampinginya.

Kementerian Luar Negeri China juga belum mengungkap daftar pengusaha yang akan ikut dalam kunjungan tersebut. Xi Jinping dijadwalkan berkunjung ke AS pada Rabu hingga Jumat.

Dikutip dari CNBC, Rabu (23/9/2026), dari pihak AS, CEO Microsoft Satya Nadella disebut akan menghadiri jamuan makan malam yang akan berlangsung pada Kamis di Washington, D.C.

- CEO Microsoft Satya Nadella- CEO Nvidia Jensen Huang- CEO OpenAI Sam Altman- CEO Google Sundar Pichai- Elon Musk dari Tesla dan SpaceX- CEO Citigroup Jane Fraser- Pendiri Amazon Jeff Bezos- CEO Apple Tim Cook- CEO Dell Michael Del- CEO Meta Mark Zuckerberg

Reuters sebelumnya melaporkan perusahaan seperti BYD, Xiaomi, produsen baterai CATL dan Gotion, produsen elektronik Hisense, perusahaan komponen otomotif Wanxiang, Bank of China, serta perusahaan pertanian COFCO Group akan mendampingi Xi Jinping.

Pendiri sekaligus CEO Strategy Risks Isaac Stone Fish menilai keikutsertaan BYD dalam rangkaian pertemuan Xi dengan Presiden AS Donald Trump dapat memberikan sinyal penting mengenai peluang kendaraan listrik China masuk ke pasar AS.

Kehadiran BYD juga dinilai dapat menunjukkan seberapa penting kendaraan listrik dalam strategi ekspansi China ke luar negeri. Xi juga berpeluang membawa pimpinan perusahaan milik China.

Kondisi itu dinilai dapat menimbulkan persepsi di AS bahwa batas antara delegasi bisnis dan pemerintah menjadi tidak jelas. Perusahaan milik negara China juga cenderung menghadapi penerimaan yang lebih terbatas sebagai investor di AS dibandingkan perusahaan swasta.

Ketegangan antara AS dan China meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kedua negara telah memasukkan sejumlah perusahaan satu sama lain ke dalam daftar hitam yang membatasi aktivitas bisnis mereka.