NADIKABAR.COM — Presiden Xi Jinping meyakinkan publik Tiongkok bahwa sistem sosialisme yang dibangun selama ini punya keunggulan besar dibanding mekanisme lainnya.
"Melalui eksplorasi dan praktik dalam jangka panjang, sistem sosialisme dengan karakteristik China telah memperlihatkan keunggulan yang sangat besar. Tingkat modernisasi sistem dan kapasitas tata kelola negara China terus meningkat, dan terwujudnya kebangkitan besar bangsa China tidak dapat dibendung," kata Presiden Xi dalam resepsi Hari Nasional China di Balai Agung Rakyat, Beijing pada Rabu.
Xi yang juga Sekretaris Jenderal Partai Komunis China (PKC) itu menyampaikan pidato dalam resepsi yang didominasi warna merah di ruangan yang dihadiri sekitar 800 orang undangan antara lain anggota Biro Politik Komite Sentral PKC, petinggi People Liberations Army (PLA), perwakilan kepolisian, federasi industri dan perdagangan seluruh China, penerima penghargaan kehormatan di Beijing, perwakilan etnis minoritas yang telah memberikan kontribusi penting bagi stabilitas, perwakilan tokoh dari Hong Kong, Makau, Taiwan maupun diaspora Tiongkok, para duta besar negara-negara asing di China dan lainnya.
"Selama kita teguh dalam keyakinan, berpegang pada tujuan, dan melangkah maju dengan mantap selangkah demi selangkah, keberhasilan pasti menjadi milik Partai Komunis China yang besar, rakyat China yang besar, dan Republik Rakyat China yang besar," ungkap Xi dalam pidato Resepsi Hari Nasional untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Rakyat China
Xi Jinping menyatakan bahwa selama 77 tahun, PKC telah mempersatukan dan memimpin rakyat untuk berjuang, menciptakan dua keajaiban berupa perkembangan ekonomi yang pesat dan stabilitas sosial dalam jangka panjang, serta mewujudkan tujuan perjuangan 100 tahun pertama, yaitu membangun masyarakat yang cukup sejahtera secara menyeluruh.
"Perekonomian China terus melangkah maju di tengah tekanan, bergerak menuju pembaruan dan peningkatan kualitas, serta memperlihatkan ketangguhan dan vitalitas yang kuat. Usaha partai dan negara telah mencapai kemajuan dan hasil baru," tambah Xi Jinping.
Ia meminta rakyat China untuk mempertahankan prinsip umum kerja untuk mengupayakan kemajuan dengan tetap menjaga stabilitas, menerapkan konsep pembangunan baru secara utuh, akurat, dan menyeluruh, mempercepat pembentukan pola pembangunan baru, semakin memperdalam reformasi dan keterbukaan, serta mengoordinasikan pembangunan dan keamanan dengan lebih baik.
"Kita harus secara teguh menerapkan kebijakan 'satu negara, dua sistem', 'Hong Kong diperintah oleh warga Hong Kong', 'Makau diperintah oleh warga Makau', dan otonomi tingkat tinggi, mendukung Hong Kong dan Makau agar lebih baik dalam berintegrasi dan berkontribusi pada pembangunan nasional secara keseluruhan," ungkap Xi Jinping.
Mengenai isu Taiwan, ia mengajak rakyat untuk memperdalam pertukaran dan kerja sama antara kedua sisi Selat Taiwan, secara tegas menindak kekuatan separatis "kemerdekaan Taiwan", menentang campur tangan kekuatan eksternal, mendorong perkembangan damai hubungan kedua sisi selat, dan memajukan usaha besar penyatuan Taiwan ke China.
"Kita harus mempertahankan kebijakan luar negeri damai yang independen dan mandiri, mendorong pelaksanaan empat inisiatif global utama, serta mendorong pembangunan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia, guna memberikan lebih banyak kepastian dan energi positif bagi dunia yang diliputi perubahan dan gejolak," tambah Xi Jinping.
Dalam acara yang diadakan di "aula perjamuan" Balai Besar Rakyat itu, terpampang angka tahun "1949-2026" warna kuning tirai merah besar yang menciptakan latar mencolok.
Perdana Menteri Li Qiang memimpin jalannya resepsi yang dimulai pukul 17.30 waktu setempat.
Selain itu hadir juga Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China (National People's Conggres atau NPC) Zhao Leji, Ketua Komite Tetap Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (Chinese People's Political Consultative Conference atau CPPCC) Wang Huning, Sekretaris Sekretariat Komite Sentral Partai Komunis China Cai Qi, Wakil Perdana Menteri Ding Xuexiang, Sekretaris Komisi Pusat Inspeksi Disiplin PKC Li Xi dan Wakil Presiden China Han Zheng.
Mereka duduk di meja bulat besar sedangkan pejabat dan undangan lain duduk di meja lainnya.
Pada pagi harinya, Presiden Xi juga memimpin upacara peletakan karangan bunga pada Hari Peringatan Para Martir yang digelar di lapangan Tiananmen. Tahun ini merupakan peringatan 105 tahun berdirinya PKC dan 90 tahun kemenangan Tentara Merah Buruh dan Tani China.
China merayakan Hari Nasional setiap 1 Oktober sejak 1949 yaitu saat pemimpin Tiongkok Mao Zedong mengibarkan bendera nasional China di tengah-tengah sekitar 300 ribu orang tentara dalam upacara pendirian Pemerintah Pusat Rakyat China yang diadakan secara megah di Lapangan Tiananmen, Beijing.Pada 2 Desember 1949, satu resolusi disahkan dalam rapat keempat Panitia Pemerintah Rakyat Pusat yang menyatakan: "Mulai tahun 1950, yaitu pada 1 Oktober setiap tahun, hari adalah Hari Nasional Republik Rakyat China." dan hari itu pun menjadi hari libur nasional.
Sejak tahun 2000, pemerintah China meliburkan rakyatnya pada 1-7 Oktober dengan menggabungkan libur akhir pekan. Periode tersebut disebut "golden week" karena menjadi hari libur terpanjang di China.
Pada 2025, "golden week" berlangsung mulai 1-7 Oktober 2026. Aktivitas perkantoran di China akan kembali normal pada 8 Oktober 2026. Pada masa "golden week", masyarakat China dapat berkumpul kembali dengan keluarga, melakukan kunjungan keluarga jarak jauh serta berwisata bersama.