Xiaomi 18 Pro membawa layar AMOLED sekitar 6,4 inch, sedangkan Pro Max berukuran 6,9 inch. Panel LTPO tersebut menawarkan refresh rate adaptif 1-120 Hz dan kecerahan puncak hingga 4.000 nit. Keduanya turut dibekali layar sekunder di bagian belakang untuk menampilkan notifikasi dan berbagai elemen personalisasi.

Untuk daya, Xiaomi 18 Pro dibekali baterai 7.000 mAh, sedangkan Xiaomi 18 Pro Max memiliki kapasitas lebih jumbo mencapai 8.500 mAh. Keduanya mendukung fast charging kabel 100W dan wireless charging 50W.

Salah satu daya tarik utama Xiaomi 18 Pro Series ada di sektor fotografi. Xiaomi membekali kedua model dengan tiga kamera belakang hasil kolaborasi dengan Leica.Kamera utamanya memiliki resolusi 200 MP menggunakan sensor Light Hunter 960 berukuran 1/1,28 inch dan aperture f/1.67. Kamera ini dilengkapi optical image stabilization (OIS), dengan klaim stabilisasi hingga tujuh stop berdasarkan standar CIPA.

Kamera kedua tak kalah menarik, yakni telephoto 200 MP dengan sensor 1/1,56 inch, aperture f/2.4 dan optical zoom 3,2x. Melengkapinya terdapat kamera ultrawide 50 MP dengan bidang pandang 102 derajat.

Xiaomi juga membawa sistem pemrosesan gambar baru bernama Legendary Moment. Teknologi berbasis AI ini dirancang untuk menghadirkan karakter foto layaknya kamera profesional, termasuk gaya yang meniru tampilan sensor CCD klasik. Pemrosesan berbasis cloud turut digunakan untuk mengurangi pantulan, noise dan meningkatkan kejernihan foto.

Di China, Xiaomi 18 Pro dibanderol mulai 5.999 yuan atau sekitar Rp 14 jutaan berdasarkan konversi langsung, sedangkan Xiaomi 18 Pro Max mulai 6.999 yuan atau sekitar Rp 16 jutaan. Harga versi global kemungkinan berbeda karena pajak dan kebijakan masing-masing negara.