"Saya berada di lokasi Al-Kud, sebuah kamp untuk pengungsi internal atau IDP, di wilayah Abyan pada Ahad," kata Alison Bottomley, penasihat advokasi Norwegian Refugee Council di Yaman. Dia menambahkan, "317 keluarga telah tiba sejak pertempuran dimulai, sehingga jumlah orang di sana meningkat dari 1.460 menjadi 2.629."
Namun, tidak ada dana untuk mendukung mereka. "Para pengungsi internal ini bertahan hidup semata-mata berkat kemurahan hati keluarga-keluarga pengungsi lainnya."
Kepada DW, dia mengatakan bertemu dengan Mustapha, seorang lelaki yang tujuh tahun lalu mengungsi dari kampung halamannya, Mawza, saat perang sebelumnya di Yaman. Sejak itu dia tinggal di lokasi pengungsian tersebut. "Dia mengatakan kepada kami bahwa dirinya menampung 22 keluarga di tempat tinggalnya, semuanya berasal dari kampung halamannya di Mawza. Bersama-sama, mereka menggunakan satu jamban. Ketika saya bertanya bagaimana mereka semua mendapatkan makanan, dia mengatakan mereka berbagi satu kali makan setiap dua hari."
Sementara itu, pemimpin Houthi Abdul-Malik al-Houthi merilis pesan video yang menyatakan bahwa warga Yaman di provinsi-provinsi barat dan selatan bukan sasaran mereka.
Namun, analis politik Yaman, Hisham Al-Omeisy, mengatakan pernyataan itu hanyalah kata-kata kosong.
"Bagi Houthi, serangan ini mungkin diukur dari berapa kilometer wilayah yang mereka kuasai dan berapa banyak daerah yang direbut. Namun bagi warga Yaman, ukurannya adalah rumah-rumah yang ditinggalkan, keluarga yang tercerai-berai, dan nyawa yang melayang," katanya kepada DW.
"Ada sesuatu yang sangat kejam dalam mengejar kemenangan militer sementara warga Yaman biasa sekali lagi dipaksa hidup dalam ketakutan, kelaparan, dan pengungsian," kata Al-Omeisy. Dia menambahkan, "garis-garis di peta mungkin berubah, tetapi darah, duka, dan kehidupan yang hancur di balik garis-garis itu adalah milik manusia nyata. Warga sipil Yaman tidak bisa terus diperlakukan sebagai korban sampingan dalam upaya Houthi merebut kekuasaan."
Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Inggris