NADIKABAR.COM β Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali menekankan pentingnya evaluasi perencanaan, kesiapan infrastruktur hingga distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Dewata menyikapi terbatasnya pasokan beberapa hari terakhir.
βBukan hanya kecepatan pengiriman BBM, melainkan juga perencanaan stok, kecukupan pasokan, kesiapan infrastruktur distribusi, transparansi informasi, dan efektivitas pengawasan dari hulu hingga SPBU,β kata Direktur YLPK Bali I Putu Armaya di Denpasar, Selasa.
Pihaknya meminta transparansi agar masyarakat tidak terjebak dalam ketidakpastian dan tidak melakukan pembelian berlebihan akibat kekhawatiran kelangkaan BBM.
YLPK Bali menegaskan konsumen bukan pihak yang seharusnya menanggung seluruh dampak kelemahan perencanaan atau gangguan distribusi.
Pasalnya, lanjut dia, antrean panjang dapat menimbulkan kerugian waktu, biaya operasional, terganggunya mobilitas pekerja, serta hambatan bagi pelaku usaha dan sektor pariwisata Bali.
Persoalan itu, kata dia, perlu dievaluasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, khususnya Pasal 4 huruf a, mengenai hak konsumen atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan/atau jasa.
YLPK Bali menekankan pentingnya proses pemulihan distribusi BBM disertai target waktu yang jelas dan informasi perkembangan kepada masyarakat.
Kemudian melakukan audit distribusi, mulai dari terminal BBM, pengangkutan, hingga penyaluran di SPBU yang mengalami antrean serta membuka data yang relevan, termasuk stok, realisasi penyaluran, kebutuhan wilayah, dan penyebab keterlambatan dengan tetap memperhatikan informasi yang dilindungi hukum.
Selain itu, memperketat pengawasan dan penindakan, apabila ditemukan penyimpangan distribusi, penimbunan, permainan harga, atau pelanggaran lainnya serta menyediakan kanal pengaduan dan evaluasi konsumen.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan antrean panjang konsumen akibat keterlambatan pasokan.
Pihaknya telah mengerahkan kapal tanker secara bertahap untuk melakukan penyaluran BBM pada Rabu (7/10) dan Minggu (11/10) yang membawa 18.000 kiloliter pertalite dan 2.500 kiloliter pertamax di Terminal Manggis.
Kemudian kapal tanker membawa total 26.200 kiloliter BBM pada Senin 12 Oktober, Rabu 14 Oktober dan Jumat 16 Oktober di Terminal BBM Sanggaran di Denpasar dan Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem.
Ia menjelaskan rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 kiloliter per hari yang menjadi salah satu acuan dalam merencanakan pasokan dan mengatur prioritas distribusi BBM.