"Anak yang terinfeksi radang tenggorokan yang tidak ditangani dengan benar, baik itu tidak diobati ataupun diobati dengan antibiotik, tapi, tidak tuntas antibiotiknya, itu akan mengalami kondisi autoimun sehingga itu bisa menyerang ke organnya, bisa ke ginjal dan juga utamanya bisa ke jantung," ujar Annisa.
Untuk meningkatkan deteksi dini, YJI menjalankan program skrining PJR dengan target 8.000 anak dan remaja. Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Jantung Sedunia 2026 dan akan berlangsung selama dua tahun.
Hingga saat ini telah terkumpul data dari 2.590 anak di sejumlah daerah, termasuk Malang, Jawa Timur dan Tulang Bawang, Lampung. Skrining selanjutnya akan dilakukan di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.