Menurut dia, program tersebut juga diharapkan dapat membantu menyediakan data mengenai PJR pada anak di Indonesia.

YJI, kata Annisa melanjutkan, tidak hanya mengumpulkan data dari kegiatan skrining. Anak yang terdeteksi mengalami PJR maupun penyakit jantung bawaan juga akan dibantu untuk mendapatkan rujukan ke rumah sakit di daerah yang memiliki dokter spesialis jantung dan fasilitas pemeriksaan lanjutan.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan deteksi dini dapat diikuti dengan penanganan yang sesuai bagi anak yang teridentifikasi mengalami penyakit jantung.