Padahal, dia menuturkan kedua pihak seharusnya mengimplementasikan atau memproduksi berbagai temuan di bidang intelektual, industri, teknologi, dan sebagainya.
"Tapi karena 'kurang nyambung', akhirnya banyak sekali temuan-temuan itu berhenti hanya sebagai suatu karya akademik tetapi tidak diimplementasikan ke dalam dunia industri," ungkapnya.
Yusril pun mencontohkan seperti sudah banyaknya temuan pada bidang pertanian oleh para peneliti di berbagai perguruan tinggi seluruh tanah air, tetapi petani di Indonesia masih saja mengolah lahan hingga menanam dan memproses hasil pertanian dengan cara yang sederhana sehingga tidak mempunyai nilai tambah ekonomi yang tinggi.
Untuk itu, dia mengharapkan FPBI 2026 yang diselenggarakan pada 3-5 November 2026 dapat mendorong para inventor (penemu) agar bekerja lebih giat dan menemukan sesuatu yang bermanfaat agar kemudian dipatenkan melalui Kementerian Hukum.