Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar di dunia. Potensi ini perlu dikembangkan melalui hilirisasi, antara lain untuk pupuk organik, pangan sehat atau superfood, bioetanol, dan biodiesel. Penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) yang terintegrasi, termasuk bersama ISOI, diperlukan agar potensi tersebut dapat memberi nilai tambah.
Indonesia juga memiliki potensi karbon biru yang besar, dengan 3,46 juta hektare mangrove dan 660 ribu hektare padang lamun. Pelestarian mangrove, lamun, dan terumbu karang penting untuk menjaga ekosistem laut sekaligus mendukung ketersediaan pangan bagi generasi mendatang.
"Menjaga mangrove, lamun, dan terumbu karang pada hakikatnya adalah menjaga dapur bangsa. Masa depan pangan Indonesia tidak hanya ditanam di sawah dan ladang, tetapi juga dibudidayakan, dipanen, dan dijaga di laut kita," kata Zulhas.
Ekonomi Biru Beri Nilai Tambah bagi Masyarakat
Zulhas menegaskan bahwa pengembangan ekonomi biru perlu tercermin pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, termasuk nelayan. Pemerintah membangun Kampung Nelayan Merah Putih dengan target 1.269 kampung pada 2026, menuju 5.000 kampung pada 2029. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi simpul ekonomi masyarakat dari hulu hingga hilir.
Ilmu pengetahuan dan inovasi kelautan diharapkan mendukung peningkatan mutu hasil perikanan, penciptaan nilai tambah, dan penguatan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kesehatan ekosistem laut.
Zulhas juga menyampaikan selamat kepada para penerima penghargaan Peneliti Kelautan Terbaik dalam rangkaian PIT XXII ISOI. Ia berharap hasil penelitian semakin mudah dipahami dan diterapkan, serta membuka peluang investasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui Aksi Bersih Mangrove, Program Sungai Lestari, dan PIT XXII ISOI, pemerintah mendorong kolaborasi untuk menjaga lingkungan dari hulu hingga hilir dan mengoptimalkan potensi sumber daya kelautan. Upaya tersebut diharapkan mendukung Bali yang lebih bersih dan asri, memperkuat ekonomi biru, serta menjaga fondasi ketahanan pangan bagi masyarakat dan generasi mendatang.