Bahkan kopi lokal Amerika Latin disebutnya mampu membuat merek-merek asal Amerika Serikat kesulitan menembus pasar di kawasan tersebut karena kalah bersaing dari sisi cita rasa dan penyajian.

Ia menegaskan, ketergantungan pada gandum impor bukan sekadar soal selera makan, melainkan menyangkut kedaulatan dan kesejahteraan puluhan juta petani lokal.

"Kita harus sadar bahwa urusan makan itu menyangkut kedaulatan, kehormatan, dan kesejahteraan saudara-saudara kita sendiri. Kalau kita terus impor gandum, petani kita yang berjumlah lebih dari 100 juta orang akan tersisih dan miskin," tegasnya.

Untuk mengurangi ketergantungan ini, Zulhas mendorong kampus-kampus pertanian lebih aktif meneliti dan mengembangkan varietas pangan lokal baru. Ia mencontohkan negara-negara Amerika Latin yang bahkan memiliki hingga 280 varietas jagung dengan karakteristik berbeda-beda.

Selain riset varietas, Zulhas juga menekankan pentingnya hilirisasi produk pangan lokal agar punya nilai tambah lebih tinggi, alih-alih terus mengekspor bahan mentah dengan harga murah seperti biji kopi tanpa diolah lebih lanjut.

Zulhas menyebut pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk program tematik di 40 ribu desa untuk mendorong produksi ikan sebagai sumber protein alternatif, guna mengimbangi pola makan masyarakat yang selama ini didominasi karbohidrat tinggi namun rendah protein.