Upaya ini ditempuh melalui pengembangan Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA). Dalam sistem ini, limbah perkebunan seperti bungkil inti sawit, pelepah, dan daun sawit dimanfaatkan sebagai pakan ternak, ditambah rumput yang tumbuh di area perkebunan.

"Kerja sama dengan kita kan punya perkebunan sawit luas. Kalau diintegrasikan itu saya kira bisa cepat. Oleh karena itu, Menteri Pertanian dan PTPN dan lain-lain sekarang sedang merumuskan (sistem tersebut)," ujar Zulhas.

Selain itu, ia mengatakan pemerintah sedang mempercepat impor sapi perah dan sapi indukan. Untuk sapi indukan nantinya akan dikembangkan, sehingga dapat beranak menjadi lebih banyak sapi lagi di masa yang akan datang.

"Jadi kalau sapi indukan itu kan kita datangkan, dia bisa delapan kali beranak. Jadi delapan kali beranak kalau satu juta kan bisa untuk delapan tahun misalnya. Ini sedang dipersiapkan untuk percepatan agar kita bisa swasembada," ujar Zulhas.