"Daripada mereka tidak bekerja, kita tempatkan sementara," ujar Zulhas.

Zulhas menambahkan kondisi setiap KDMP juga berbeda. Ada koperasi yang pembangunannya sudah mencapai 90%, 95%, 97%, bahkan 100%. Sejumlah kendala seperti ketersediaan listrik dan akses jembatan membuat proses penyelesaian di beberapa wilayah membutuhkan waktu lebih lama.

Penempatan Manajer Akan Disesuaikan Kembali

Pemerintah juga menyiapkan mekanisme agar manajer yang sementara ditempatkan jauh dari domisilinya dapat kembali ke daerah asal ketika KDMP di wilayah tersebut sudah siap beroperasi.

Zulhas mencontohkan seorang manajer asal Padang yang untuk sementara ditempatkan di Manado dapat dipindahkan kembali ketika koperasi di daerah asalnya telah selesai dibangun.

Menurut Zulhas, penyesuaian penempatan tersebut ditargetkan dapat dilakukan secara bertahap hingga sekitar akhir Desember. Setelah manajer mulai masuk ke koperasi, tahap berikutnya adalah mempersiapkan kegiatan operasional dan berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, maupun BUMN yang berkaitan dengan penyaluran sejumlah barang bersubsidi.

Beberapa komoditas dan program yang dibahas antara lain bantuan pangan, bantuan beras 10 kilogram (kg) untuk 33,2 juta penerima, serta pupuk.

Nantinya, KDMP dapat menjadi bagian dari mekanisme penyaluran ketika koperasi di suatu wilayah sudah siap. Sementara jika koperasi belum selesai dibangun, distribusi tetap dilakukan melalui jalur yang selama ini berjalan.

Zulhas mengatakan para manajer juga membutuhkan waktu untuk mempersiapkan kegiatan operasional. Pemerintah memberikan masa persiapan sekitar dua minggu untuk menyiapkan distribusi dan berbagai kebutuhan lainnya.

Hal ini diperlukan karena kondisi geografis setiap desa berbeda. Ada wilayah yang mudah dijangkau karena berada dekat dengan pusat kota, sementara wilayah lainnya membutuhkan waktu lebih lama karena aksesnya terbatas.