"Ujung tombaknya kan di desa," kata Zulhas.

Karena itu, kesiapan operasional tidak hanya berkaitan dengan bangunan koperasi, tetapi juga kesiapan manajer, logistik, serta akses distribusi di masing-masing wilayah.

Pemerintah Biayai Manajer Selama Dua TahunDalam program tersebut, Zulhas juga menjelaskan mengenai status dan pembiayaan para manajer KDMP. Pada tahap awal, koperasi belum dibebankan untuk membayar gaji manajer karena pembiayaan berasal dari pemerintah.

Para manajer direkrut pemerintah dengan status perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) selama dua tahun. Pembayaran gaji selama periode tersebut dilakukan melalui Agrinas Pangan.

Besaran pendapatan manajer disebut berada di kisaran Rp 6,8-8,3 juta, menyesuaikan tugas dan lokasi penempatan. Bagi manajer yang ditempatkan jauh dari domisili, terdapat pula komponen yang berkaitan dengan kebutuhan akomodasi dan konsumsi.

Gajinya disesuaikan dengan tugasnya, ya. Ada yang jauh, ada yang keluar ongkos besar, ada yang tidak," kata Zulhas.

"Maka pendapatannya antara Rp 6,8 sampai Rp 8,3 (juta)," sambungnya.

Skema tersebut disiapkan sebagai masa transisi agar KDMP dapat berkembang hingga mampu membiayai kegiatan operasionalnya sendiri. Setelah berjalan dan memiliki kegiatan usaha, koperasi diharapkan memperoleh pendapatan dari aktivitas yang dijalankan.

Salah satunya melalui kegiatan distribusi barang atau bantuan pangan yang memiliki mekanisme biaya distribusi. Dengan demikian, operasional KDMP secara bertahap diharapkan dapat beralih dari dukungan pemerintah menuju pengelolaan yang lebih mandiri.

Seluruh obrolan lengkap terkait kesiapan pemerintah dalam membangun sekaligus mengoperasikan KDMP dibahas tuntas melalui program #ZulhasBikinJelas. Saksikan selengkapnya hanya di NadiKabar!