Potensi perikanan tersebut turut menopang usaha pengolahan hasil laut yang menggunakan bahan baku dari nelayan setempat. Terasi udang rebon menjadi salah satu produk yang dikembangkan untuk memperluas pasar hasil perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan, ekspor komoditas terasi pada 2025 mencapai 1.897,7 ton dengan nilai sekitar Rp 21 miliar. Pada 2026, volume ekspor meningkat menjadi 2.758,5 ton dengan nilai sekitar Rp 34 miliar.
Zulhas berharap pengiriman perdana ke Thailand dapat berlanjut secara rutin dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk olahan hasil laut dari Asahan.
"Dengan begini, setelah melepas ekspor terasi, akses pasar semakin terbuka. Kita minta Bank Indonesia, Pak Bupati, tolong didukung semua agar UMKM kita bisa berkembang," tegas Zulhas.