Komposisi sampah di wilayah tersebut terdiri dari sekitar 70% sampah organik dan 30% anorganik. Sampah kemudian diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) dan kompos yang dimanfaatkan untuk memasok kebutuhan industri semen.
Sementara itu, TPS3R Regional Kertosari yang mendapat dukungan UAE melayani wilayah perkotaan Banyuwangi dengan kapasitas pengolahan hingga 50 ton per hari.
Adapun TPS3R Regional Karetan yang mendapat dukungan Austria akan melayani wilayah Banyuwangi bagian selatan dengan kapasitas pengolahan hingga 150 ton per hari.
Pemkab Banyuwangi menargetkan seluruh wilayah kabupaten dapat terlayani sistem pengelolaan sampah secara penuh pada 2027.
Target tersebut juga akan didukung pembangunan fasilitas pengolahan sampah oleh Kementerian Pekerjaan Umum berkapasitas 250 ton per hari di Desa Sidototo, Kecamatan Wongsorejo. Proses lelang pembangunan fasilitas tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026.