Jam kerja para pegawai di SPPG, lanjut Zulhas, juga diperbaiki. Salah satunya jam kerja kepala dapur MBG menjadi pukul 02.00-08.00 WIB. Sedangkan para deputi di BGN wajib melakukan monitoring secara daring mulai pukul 01.30 sampai 08.00 WIB.
"Jadi jam kerjanya berbeda. Nah, itu mudah-mudahan 2 bulan ini bisa kita selesaikan. Mohon doanya," terangnya.
Berikutnya masalah sampah. Menurut Zulhas, saat ini sekitar 24 tempat pembuangan akhir (TPA) yang kondisinya darurat. Karena tumpukan sampahnya mencapai puluhan meter. Ia menargetkan masalah tersebut bakal tuntas di tahun 2028.
"Tahun 2027 separuh kita selesaikan, tahun 2028 separuh lagi kita selesaikan. Yang darurat kita akan selesaikan selama 2 tahun, Insyaallah," ujarnya.
Memajukan nelayan Indonesia, lanjut Zulhas, menjadi tantangan paling berat saat ini. Menurutnya, kondisi para nelayan saat ini masuk desil 1 DTSEN dengan nilai tukar hanya 103. Sehingga mereka membutuhkan bantuan beras, PKH dan uang tunai setiap bulannya.