Kondisi tersebut terjadi karena para nelayan Indonesia belum berdaya. Meskipun mendapatkan banyak ikan dari melaut, mereka terpaksa menjualnya dengan harga murah karena tidak mempunyai fasilitas penyimpanan. Para nelayan juga terjerat utang sehingga terpaksa menjual hasil tangkapan ke tengkulak.
"Akibat nelayan kita lemah apa yang terjadi? Menurut Menteri Kelautan, Rp 200 triliun lebih ikan kita dicuri tiap tahun. Karena nelayan yang kuat itu dari Thailand, Vietnam, Tiongkok, Jepang, mengambil ikan di tempat kita. Mereka nelayannya punya 60 GT, 30 GT, kapalnya besar-besar, sementara kita enggak punya. Nah ini kita perlu waktu untuk mengejarnya," jelasnya.
Sebagai solusinya, tambah Zulhas, pemerintah bakal membangun kampung nelayan. Setiap kampung nelayan bakal dilengkapi balai lelang, pabrik es batu, gudang penyimpanan ikan (Cold Storage), serta Koperasi Nelayan Merah Putih untuk menyerap hasil tangkapan para nelayan.
"Koperasi itu lah nanti yang akan suplai kepada SPPG. Apakah gampang? Tidak, perlu perjuangan yang tidak mudah. Ini sesuatu yang baru, tapi harus kita lakukan," tandasnya.