Diketahui, pemerintah menargetkan pembangunan 119.379 sambungan rumah (SR) di 15 kabupaten dan kota sepanjang periode 2025-2026. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Gresik mendapat alokasi 7.363 sambungan, sedangkan Kabupaten Sidoarjo 7.223 sambungan.

Dudung mengatakan dukungan kementerian dan lembaga diperlukan agar perizinan jargas di lokasi berikutnya bisa disiapkan sejak awal dan diproses secara paralel. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor LPG yang saat ini mencapai sekitar 80% dari kebutuhan nasional.

KSP akan mengawal penyelesaian perizinan, penetapan badan usaha pengelola, izin usaha niaga gas bumi, hingga alokasi gas dan titik serah. Pengawalan juga mencakup penetapan wilayah jaringan distribusi dan harga gas rumah tangga sampai seluruh sambungan beroperasi.