NADIKABAR.COM — Sebanyak di 112 sekolah dan 10 kantor pemerintah di Jakarta Selatan melaksanakan simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi secara serentak.
"Jalannya simulasi berlangsung tertib dan sesuai prosedur penanganan darurat. Begitu sirene pertama berbunyi, para pegawai langsung melakukan perlindungan mandiri dengan berlindung di bawah meja atau merapat ke tembok yang kokoh," kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo di Jakarta, Rabu.
Salah satu lokasi simulasi tersebut di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat bencana.
Syafrin mengatakan kegiatan itu menjadi sarana pelatihan bagi pegawai dan staf instansi pemerintah serta komunitas sekolah agar memahami prosedur keselamatan ketika terjadi gempa bumi.
Lebih lanjut, dia menjelaskan ketika sirene kedua berbunyi, para pegawai segera melakukan evakuasi keluar gedung menuju titik kumpul yang telah ditetapkan.
"Selama proses berlangsung, peserta tetap menerapkan prosedur perlindungan kepala dan tengkuk untuk mengurangi risiko cedera," ucapnya.