"Pelaksanaan simulasi ini sekaligus sebagai uji terhadap gedung-gedung yang fasilitasnya juga sudah memadai dalam menghadapi gempa bumi," kata Iwan.

Iwan menyampaikan untuk mendukung kelancaran kegiatan, petugas telah membentuk struktur pengelola gedung tanggap bencana di lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

"Setiap lantai memiliki penanggung jawab yang bertugas mengarahkan proses evakuasi agar berlangsung tertib dan aman," ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, lanjut Iwan, sekitar 50 personel BPBD dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan simulasi. Peserta lainnya terdiri atas pengelola, penghuni, hingga pengunjung gedung.

Berdasarkan hasil evaluasi, simulasi dinilai berjalan sangat baik dengan partisipasi aktif dari para penghuni gedung.

"Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat respons cepat dan kesiapsiagaan apabila terjadi gempa bumi sesungguhnya, sehingga risiko bencana dan potensi jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisasi," ucapnya.