Menurutnya, selain latihan evakuasi mandiri, kegiatan ini juga memperagakan penanganan dan penyelamatan korban luka oleh tim tanggap darurat.

"Secara keseluruhan, pelaksanaan simulasi sudah berjalan dengan baik. Para pegawai dinilai sudah memahami jalur evakuasi serta titik kumpul yang aman di lingkungan gedung," kata dia.

Syafrin menegaskan simulasi perlu dilaksanakan secara rutin untuk membangun budaya siaga bencana, baik di lingkungan kerja maupun pendidikan.

Melalui latihan berkelanjutan, seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu bertindak tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

"Seluruhnya kami imbau untuk selalu waspada dan mawas diri, mengingat bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa diprediksi," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi DKI Jakarta Iwan Alex memaparkan kegiatan ini juga bertujuan menguji kesiapsiagaan penghuni dan pengelola gedung sekaligus mengevaluasi penerapan mitigasi bencana.