Kompetisi tersebut memiliki nilai tertinggi dalam sistem Ranking Surfing Indonesia, yakni 10.000 poin. Penyelenggara menggunakan sistem manajemen pertandingan Live Heats untuk mendukung penilaian serta pemantauan jadwal dan hasil pertandingan secara langsung.

Jalur partisipasi Grand Final tahun ini juga melibatkan atlet dari PSOI tingkat provinsi serta peselancar Indonesia yang aktif mengikuti kompetisi World Surf League (WSL). Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat hubungan antara kompetisi tingkat klub, regional, nasional, dan profesional.

Penyelenggara menilai keberadaan divisi Under 10 dan Junior U18 penting untuk mendukung regenerasi atlet sejak usia dini. Adapun divisi Open dan Master memberi ruang bagi peselancar dari kelompok usia berbeda untuk tetap aktif berkompetisi.

Selain menjadi ajang olahraga, kompetisi di kawasan Pantai Pererenan itu diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat, terutama sektor akomodasi, kuliner, transportasi, dan usaha lokal lainnya.

ASC bersama PB PSOI selanjutnya berupaya memperkuat kompetisi tingkat klub dan regional, mengembangkan sistem pemeringkatan nasional, serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi menuju Liga Surfing Indonesia 2027.

Melalui sistem kompetisi yang berkelanjutan, penyelenggara berharap semakin banyak peselancar Indonesia mampu mengembangkan karier menuju kompetisi profesional Asia, World Surf League, dan kejuaraan internasional lainnya.