NADIKABAR.COM — Sebanyak 123 peselancar mengikuti Grand Final Liga Surfing Indonesia (LSI) 2026 di Pantai Pererenan, Bali, untuk memperebutkan gelar juara nasional sekaligus memperkuat regenerasi atlet selancar ombak Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI) Pandu Sjahrir mengatakan kompetisi nasional yang konsisten menjadi fondasi penting untuk mencetak atlet selancar ombak Indonesia yang mampu bersaing di tingkat dunia.
"PB PSOI mendukung penuh Liga Surfing Indonesia sebagai bagian penting dari pengembangan olahraga surfing nasional. Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, baik dari sisi atlet, kualitas ombak, maupun komunitas surfing yang terus berkembang," kata Pandu dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Pandu mengatakan potensi tersebut perlu didukung sistem kompetisi yang kuat, terstruktur, dan berkelanjutan agar semakin banyak atlet muda memperoleh kesempatan untuk berkembang dari tingkat klub dan daerah hingga nasional.
Kompetisi yang diselenggarakan Asian Surf Cooperative (ASC) dengan dukungan penuh PB PSOI itu mempertandingkan delapan divisi, mulai dari kategori junior hingga peselancar profesional dan kelompok usia di atas 40 tahun.
Sejumlah peselancar nasional turut meramaikan kompetisi tersebut, di antaranya Bronson Meidy, Pajar Ariana, Oney Anwar, Ketut Agus, Arip Nurhidayat, dan Dea Natasya. Kehadiran mereka membuka kesempatan bagi peselancar muda untuk berkompetisi bersama atlet yang berpengalaman di tingkat nasional maupun internasional.
Director Asian Surf Cooperative sekaligus Sekretaris Jenderal PB PSOI Tipi Jabrik mengatakan Liga Surfing Indonesia tidak hanya berorientasi pada pencarian juara, tetapi juga membangun sistem kompetisi yang menghubungkan klub, komunitas surfing, organisasi daerah, dan atlet profesional.
"Yang ingin kami bangun adalah sebuah sistem kompetisi nasional yang memberikan kesempatan kepada peselancar Indonesia untuk terus berkembang, mulai dari klub, komunitas surfing, hingga mampu bersaing di tingkat internasional," ujar Tipi.
Menurut Tipi, pengalaman bertanding bersama peselancar profesional dapat membantu atlet muda meningkatkan kemampuan, standar persaingan, dan kesiapan menghadapi kompetisi internasional.
Grand Final LSI 2026 mempertandingkan delapan divisi, yakni Open Men, Open Women, Junior Men U18, Junior Women U18, Under 10, Master atau peselancar berusia di atas 40 tahun, Open Men Longboard, dan Open Women Longboard.
Berdasarkan data pendaftaran, divisi Open Men menjadi kategori dengan peserta terbanyak, yakni 39 atlet atau 31,7 persen dari total peserta. Posisi berikutnya ditempati Junior Men U18 dengan 32 atlet atau 26 persen.
Divisi Open Women dan Master masing-masing diikuti 12 atlet, sedangkan Junior Women U18 diikuti 10 atlet dan Under 10 sebanyak delapan atlet. Sementara itu, Open Men Longboard diikuti enam atlet dan Open Women Longboard empat atlet.
Kompetisi tersebut memiliki nilai tertinggi dalam sistem Ranking Surfing Indonesia, yakni 10.000 poin. Penyelenggara menggunakan sistem manajemen pertandingan Live Heats untuk mendukung penilaian serta pemantauan jadwal dan hasil pertandingan secara langsung.
Jalur partisipasi Grand Final tahun ini juga melibatkan atlet dari PSOI tingkat provinsi serta peselancar Indonesia yang aktif mengikuti kompetisi World Surf League (WSL). Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat hubungan antara kompetisi tingkat klub, regional, nasional, dan profesional.
Penyelenggara menilai keberadaan divisi Under 10 dan Junior U18 penting untuk mendukung regenerasi atlet sejak usia dini. Adapun divisi Open dan Master memberi ruang bagi peselancar dari kelompok usia berbeda untuk tetap aktif berkompetisi.
Selain menjadi ajang olahraga, kompetisi di kawasan Pantai Pererenan itu diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat, terutama sektor akomodasi, kuliner, transportasi, dan usaha lokal lainnya.
ASC bersama PB PSOI selanjutnya berupaya memperkuat kompetisi tingkat klub dan regional, mengembangkan sistem pemeringkatan nasional, serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi menuju Liga Surfing Indonesia 2027.
Melalui sistem kompetisi yang berkelanjutan, penyelenggara berharap semakin banyak peselancar Indonesia mampu mengembangkan karier menuju kompetisi profesional Asia, World Surf League, dan kejuaraan internasional lainnya.