Selain itu, pemerintah juga akan membangun budi daya tematik di 40.000 lokasi dan mempercepat revitalisasi tambak di Pantura. Revitalisasi ini akan dilakukan pada 6.000 tambak yang tidak produktif dan terbengkalai.

Zulhas mengatakan, upaya ini dilakukan untuk meningkatkan NTN ke level 120 pada 2026. Ia menilai, kondisi nelayan saat ini jauh tertinggal dibandingkan petani. Ia membandingkan NTN nelayan yang berada di level 103 dengan Nilai Tukar Petani (NTP) yang sudah mencapai 129.

Menurutnya, NTN di level 103 menunjukkan tingkat kesejahteraan nelayan masih sangat rendah. Pendapatan yang diperoleh nelayan dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kalau pertanian itu 129, pokok 100 dia bisa untung 29 lebih, 29%, tapi kalau nelayan 100 untungnya 3%, yang bangkrut, bukan untung, rugi. Tidak cukup makan, tidak cukup apa-apa. Nah ini harus kita kerja keras, Menteri Kelautan dan Kementerian Terkait, tentu didukung oleh TNI dan lain-lain, agar nilai tukar ini dari 103 bisa menjadi 120," pungkasnya.