"Yang mereka lakukan kegiatan pembelian secara berulang, beli di sini diturunkan datang lagi dan diturunkan, kemudian ditampung dan dijual lagi," ujarnya.

Polisi masih melakukan penyidikan terkait ke lokasi mana saja mereka jual BBM tersebut. Para pelaku mengambil selisih dari penjualan BBM subsidi berkisar Rp 1.500-3.500 per liter.

"Terkait penjualannya ke mana nanti kita dalami karena ini masuk ranah penyidikan," katanya.