NADIKABAR.COM — Presiden Prancis, Emmanuel Macron, meminta warga yang ikut berdemonstrasi untuk tetap tenang dan tidak anarkis yang berpotensi menimbulkan kericuhan. Hal ini disampaikannya pada Minggu (19/10), sehari setelah Prancis dilanda kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Diketahui pada Sabtu (18/10), ratusan ribu pengunjuk rasa di berbagai wilayah Prancis turun ke jalan menyuarakan ketidakpuasan mereka atas kenaikan biaya hidup, upah yang rendah, serta pemangkasan anggaran layanan publik seperti pendidikan. Sayang aksi ini berujung kerusuhan dan penjarahan di sejumlah wilayah.
"Melihat gambar-gambar ini, kita semua bertanya pada diri sendiri: Apa yang ada di benak mereka? Bagaimana mungkin orang Prancis melakukan ini pada Prancis?" kata Macron dalam pidato yang disiarkan secara nasional, seperti dikutip dari Reuters, Senin, (19/10/2026).
"Tidak ada yang bisa membenarkannya, tidak ada yang bisa menjelaskannya, tidak ada yang bisa memaafkannya. Malam ini, kita semua merasakan kemarahan dan rasa malu," sambungnya.