"Mereka yang merusak barang akan membayar, memperbaiki kerusakan, dan dimintai pertanggungjawaban atas niat mereka untuk menebar kekacauan," kata Lescure dalam sebuah pernyataan pada Minggu (18/10) kemarin.

Sementara itu dalam laporan BBC, Federasi Perdagangan dan Ritel Prancis melaporkan setidaknya ada 1.500 toko dan pengecer yang rusak akibat kerusuhan tersebut. Pada Minggu (18/10) pagi di Paris, banyak warga meninjau dampak kerusuhan yang meliputi pecahan kaca di bagian depan toko-toko desainer ternama seperti Ralph Lauren, Gucci, dan Versace.

Para pemilik toko sudah keluar sejak pagi dengan sapu, memungut pecahan kaca besar saat mereka memulai pembersihan. Truk sampah menyusuri beberapa jalan utama untuk membersihkan puing-puing. Banyak bangunan toko yang habis dicoret-coret dengan grafiti, beberapa di antaranya bertuliskan "pajaki orang kaya" dan "makan orang kaya."

Dalam laporannya, BBC sempat mengunjungi sebuah toko pakaian di dekat Place de la Republique yang telah dijarah, dengan tumpukan pakaian dan perabotan berserakan di lantai toko. Pemilik toko yang putus asa itu mengatakan bahwa ia melihat para penjarah di CCTV yang berada di toko selama lebih dari satu setengah jam, dan selama waktu itu dia tidak melihat polisi sama sekali.