Dalam aksi tersebut ribuan orang ditangkap setelah balai-balai sejumlah kota dibakar, toko-toko dan butik barang mewah hingga supermarket dijarah, menyerang kendaraan serta petugas polisi, dan bangunan-bangunan rusak penuh dengan coretan grafiti.

Kondisi ini tentunya menimbulkan kerugian secara ekonomi yang sebagian besar masih dihitung hingga hari ini. Namun beberapa pemilik usaha sudah melaporkan perkiraan kerugian yang mencapai jutaan hingga puluhan juta euro.

Sebagai contoh Alexandre Bompard selaku CEO raksasa ritel asal Prancis, Carrefour, mengatakan kepada stasiun televisi Prancis BFMTV bahwa 50 toko milik perusahaan telah rusak. Dari jumlah itu, 20 toko di antaranya sempat dijarah, menyebabkan kerugian hingga puluhan juta euro.

Menteri Perekonomian Prancis, Roland Lescure, berjanji akan memberikan dukungan kepada para pemilik bisnis yang mengalami kerugian imbas aksi unjuk rasa. Namun ia belum menjelaskan lebih rinci dukungan seperti apa yang akan diberikan pemerintah kepada sektor usaha terdampak.