NADIKABAR.COM β€” Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kepolisian mengusut pemasok bahan baku pabrik obat keras ilegal di Bandung, Jawa Barat, yang diperkirakan mampu menghasilkan hingga 250 juta butir obat dari persediaan bahan bakunya.

β€œPabrik tramadol di Bandung ini bukan lagi skala 'home industry', tapi ini sudah skala besar. Maka saya minta polisi usut sumber bahan bakunya, dari mana mereka dapatkan? Karena ini jelas bukan jumlah yang sedikit," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Menurut dia, besarnya persediaan bahan baku yang ditemukan di pabrik tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya jaringan pemasok yang lebih luas sehingga perlu ditelusuri hingga ke sumbernya.

"Saya yakin pasti ada jaringan yang lebih besar di belakang pabrik ini. Bayangkan 1 pabrik ini kapasitas produksinya bisa sampai 250 juta butir, itu hampir menyamai jumlah penduduk Indonesia. Ini ancaman yang sangat berbahaya,” ujarnya.

Sahroni mengatakan pengungkapan pabrik tersebut tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku produksi dan distribusi, tetapi harus dilanjutkan dengan penelusuran rantai pasokan bahan baku.

Ia juga meminta kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) meningkatkan upaya pemberantasan peredaran obat keras ilegal hingga ke tingkat pengecer.