Polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka dengan peran berbeda, mulai dari pembelian bahan baku, peracikan, hingga pengiriman obat.
Dari lokasi penggerebekan, petugas menyita mesin produksi, bahan baku dalam jumlah besar, serta sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kegiatan produksi dan distribusi.
Menurut kepolisian, fasilitas tersebut diperkirakan mampu memproduksi hingga delapan juta butir obat per hari.
Adapun persediaan bahan baku yang ditemukan diperkirakan dapat digunakan untuk menghasilkan sekitar 250 juta hingga 256 juta butir tramadol dan Hexymer apabila seluruhnya diolah.
Jumlah tersebut merupakan estimasi potensi produksi berdasarkan bahan baku yang tersedia, bukan jumlah obat jadi yang telah diproduksi atau diedarkan.