NADIKABAR.COM — Kementerian Koperasi (Kemenkop) mencatat 1.550 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terkendala proses administrasi karena melewati batas waktu penandatanganan kontrak.
Ribuan manajer ini pun mengajukan permohonan penawaran (offering) ulang. Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari mengatakan sebanyak 28.624 manajer yang lulus sertifikasi.
Dari total tersebut, tercatat 159 orang menolak, 26.911 orang telah menandatangani Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
"Ada 1.550 yang terkendala proses administrasi melewati batas waktu dan minta diundang ulang. Jadi, ternyata mereka menyesal sudah menolak," ujar Destry dalam konferensi pers di Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).
Destry menjelaskan Agrinas Pangan Nusantara telah menawarkan tanda tangan kontrak ulang dengan tiga lokasi penempatan KDKMP. Ia menyebut proses penawaran ulang telah ditutup pada Kamis (15/10/2026) malam.
Saat ini, pihaknya masih menunggu pembaruan data dari pihak Agrinas terkait hasil akhir penempatan bagi 1.550 manajer KDKMP tersebut.
"Agrinas melakukan proses penawaran di tiga lokasi lagi yang sudah tersedia, dan terus terang baru ditutup semalam. Jadi, saya belum dapat update dari Agrinas. Kita belum dapat yang 1.550 itu nanti akhirnya bagaimana memilih yang ditawarkan tadi yang sudah ada bangunannya," jelas Destry.
Sebelumnya, sebanyak 159 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) mengundurkan diri. Pengunduran diri tersebut terjadi menjelang pengoperasian 8.000 Kopdes Merah Putih yang dijadwalkan berlangsung mulai pekan ini.
Hal ini diungkap langsung Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota. Meski demikian, 8.000 Kopdes Merah Putih ditargetkan mulai beroperasi sesuai jadwal.
"Operasi 8.000. (Yang mengundurkan diri) 159 orang," kata Joao di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).
Joao mengklaim tidak ada kerugian negara dari mundurnya para manajer Kopdes Merah Putih. Meski ada anggaran yang dikeluarkan untuk Latihan Dasar Militer, manajer yang mengundurkan diri tetap dihitung sebagai anak bangsa.