Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan koordinasi terus dilakukan melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga Wilayah X bersama pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai, BMKG, dan instansi terkait lainnya.
"Koordinasi ini dilakukan untuk memantau perkembangan situasi di masing-masing wilayah dan memastikan keselamatan serta keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas," kata Lukman terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu (17/10).
Secara nasional, Kemenhub mencatat 2.021 penerbangan berjadwal domestik terdampak karhutla sejak 11 Agustus 2026 hingga posisi data 13 Oktober 2026.
Dari total tersebut, sebanyak 919 penerbangan mengalami keterlambatan (delay), sementara 1.067 penerbangan dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed). Selain itu, 18 penerbangan dialihkan ke bandara lain (divert), enam penerbangan kembali ke bandara keberangkatan (return to base/RTB), dan 11 penerbangan dimajukan jadwalnya (advance).
Dampak kabut asap juga menjangkau penerbangan internasional. Sebanyak 12 penerbangan berjadwal rute Singapura-Pontianak pulang pergi dibatalkan pada periode 12-23 September 2026 akibat kondisi asap di Bandar Udara Supadio, Pontianak.
Di luar dampak karhutla, Kemenhub juga mencatat 18 penerbangan domestik dibatalkan selama periode yang sama karena sejumlah faktor lain. Penyebabnya meliputi sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta kebutuhan perawatan pesawat.