Lebih lanjut di Provinsi Papua Pegunungan ada Bandar Udara Wamena, Bandar Udara Oksibil, dan Bandar Udara Dekai yang terdampak karhutla. Terakhir, di Provinsi Papua Selatan ada Bandar Udara Mopah Merauke, Bandar Udara Tanah Merah, Bandar Udara Kepi, Bandar Udara Ewer, Bandar Udara Bade, Bandar Udara Senggo, Bandar Udara Manggelum, Bandar Udara Yaniruma, dan Bandar Udara Mindiptanah.

Sementara itu, secara nasional, berdasarkan data posisi 13 Oktober 2026, tercatat 2.021 penerbangan berjadwal dalam negeri terdampak Karhutla sejak 11 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 919 penerbangan mengalami keterlambatan (delay), 1.067 penerbangan dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed), 18 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain (divert), 6 penerbangan kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/RTB), dan 11 penerbangan dimajukan jadwalnya (advance).

Penerbangan Internasional Terdampak

Dampak Karhutla juga dirasakan oleh penerbangan berjadwal luar negeri. Sebanyak 12 penerbangan rute Singapura-Pontianak pulang pergi dibatalkan selama periode 12-23 September 2026 akibat kondisi asap di Bandar Udara Supadio, Pontianak.