"Dari sekitar 31.000 hektare yang terdampak, lahan rusak ringan yang telah diintervensi di lapangan mencapai 1.835 hektare, ini berupa tambak dan kolam. Kolam digunakan untuk ikan air tawar, sedangkan tambak untuk budi daya air payau seperti udang dan komoditas lainnya," ucap Enggar, dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).

KKP juga mengerahkan 12 ekskavator ke wilayah terdampak untuk mendukung pekerjaan fisik. Sebanyak delapan unit ditempatkan di Aceh, sedangkan Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing memperoleh dua unit, dengan penggunaan alat berat terus dievaluasi berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Pemulihan juga menyasar sentra produksi garam di Aceh. Sebanyak 506 dapur perebusan garam ditargetkan dibangun kembali pada 2026 yang tersebar di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Besar.