Pembangunan dilakukan secara bertahap mulai dari dapur dan tungku perebusan hingga peralatan produksi. Sebagian unit ditargetkan selesai dan dapat digunakan mulai Oktober, sedangkan seluruh 506 dapur ditargetkan rampung pada awal Desember 2026.

"Mudah-mudahan nanti pada Oktober sudah ada yang selesai secara bertahap. Seluruh 506 unit ditargetkan selesai pada awal Desember," tuturnya.

Enggar menegaskan selain budi daya dan produksi garam, pemerintah juga menargetkan penanganan 360 dari 364 unit pengolahan ikan yang terdampak di tiga provinsi pada 2026. Dukungan juga diberikan kepada nelayan tangkap melalui penyaluran 129 unit mesin kapal dan 302 paket alat penangkapan ikan untuk mendukung pemulihan aktivitas melaut dan pendapatan keluarga nelayan.