Ia menjelaskan, penundaan itu disebabkan kondisi cuaca di wilayah Pegunungan Papua yang dinamis serta keterbatasan jarak pandang di bandara tujuan yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.

Menurut Joko, manajemen Bandara Internasional Sentani terus melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, serta maskapai penerbangan terkait untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan mendukung kelancaran operasional penerbangan sesuai ketentuan yang berlaku