Batik sebagai warisan yang perlu dilestarikan
Pelestarian batik tidak hanya dilakukan dengan mengenakan kain batik, tetapi juga melalui proses pewarisan pengetahuan dan keterampilan kepada generasi berikutnya.
UNESCO mencatat adanya program pendidikan dan pelatihan batik di Pekalongan yang ditujukan kepada pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Program tersebut dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap sejarah, nilai budaya dan keterampilan tradisional batik.
Upaya tersebut penting karena keberadaan batik sebagai warisan budaya bergantung pada kemampuan masyarakat untuk menjaga teknik, pengetahuan dan nilai budaya yang menyertainya. Batik juga terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman tanpa harus meninggalkan akar tradisinya.
Peringatan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober akhirnya menjadi pengingat bahwa batik bukan sekadar motif pada kain. Di balik setiap lembar batik terdapat teknik, pengetahuan, simbol, kreativitas dan perjalanan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.